Saat semester 6, aku pun mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Aku ditempatkan di satu desa yang jauh dari pusat kota. Tak kusangka ternyata di KKN aku jatuh cinta dengan seorang perempuan. Perempuan yang sebentar lagi akan menjadi pelabuhan terakhirku.
Aku memanggilnya Revon. Pertemuan pertama kami di bulan Juli adalah alasannya. Saat pemberangkatan KKN, takdir Allah yang mebuat kita untuk berangkat bersama. Meskipun kita belum saling mengenal aku mengiyakan untuk berangkat bersama dengan Wanita cantik itu.
Bertemu dengan wanita yang sifatnya berbanding terbalik denganku ternyata menyenangkan. Aku pendiam dan dia yang friendly.
Aku mulai jatuh cinta dengannya setelah selesai KKN. Perjalanan kami memang tak semuanya bahagia, kadang kala kami juga bertengkar. Aku yang lebih sering salah paham dan memicu pertengkaran
Menetapkannya sebagai pelabuhan terakhir. Dulu aku pernah bertanya, "Bagaimana sih seseorang yakin perempuan yang dipilihnya adalah pelabuhan terakhir?" Kini aku berhasil menemukan jawabannya. Di hari ketika aku terbaring tak berdaya diruma sakit dan dia dengan tulus menemaniku, disitu aku yakin bahwa dia adalah pelabuhan terakhir.
Kini kami sedang mempersiapkan pernikahan. Kita pun bekerja keras dua kali lipat dari biasanya, agar nanti aku tidak kelaparan dan selalu bahagia di dekatnya. Ah, Revon Wanita dengan nama itu, terima kasih ya sudah berjuang untuk selalu membuatku bahagia. Semoga rencana pernikahan kita berjalan lancar nantinya